Thursday, 27 July 2017

Pemakaman Langit Ala Tibet



Salah satu adat yang unik dan menyita banyak perhatian yaitu adat pemakaman yan disebut dengan pemakaman angit. Proses ini sendiri diawali dengan mendoakan si mayat, setelah mayat tersebut didoakan lantas kemudian dibawa keatas gunung yang mana digunung tersebut banyak terdapat burung pemakan bangkai. Setelah mayat tiba dipuncak gunung, kemudian mayat tersebut diposisikan dengan cara tertelungkup dan kulitnya disayat-sayat agar memancing burung pemakan bangkai datang untuk memakan mayat tersebut.


Tak habis sampai disitu saja, terkadang tulang mayat tersebut juga ditumbuk halus agar memudahkan burung-burung kecil seperti gagak untuk memakannya. Kadang juga tengkorak kepala dari mayat tersebut dibawa pulang untuk dijadikan cangkir minuman.

Semua prosesi tersebut bkan karena tidak ada hal yang mendasarinya. Semua itu dilakukan dikarenakan kondisi geografis Tibet yang berbukit dan berbatu sehingga sangat sulit untuk mengubur mayat, serta kurangnya tumbuhan kayu sehingga menyebabkan mayat juga sulit untuk dikremasi sehingga diambil cara pemakaman langit tersebut karena dianggap lebih praktis.

Puncak gunung dimana dilakukannya prosesi pemakaman langit dipercaya warga sekitar sebagai pintu nirwana, atau jalan masuk menuju nirwana. Mayoritas warga tibet menganut ajaran Budha yang mana dalam kepercayaan mereka meyakini adanya reinkarnasi. Maka dari itu jasad manusia yang sudah meninggal sudah tidak ada artinya lagi dan pada akhirnya akan kembali ke alam baik melalui burung ataupun diuraikan melalui tanah.

Dengan demikian cara ini dipercaya akan mempermudah arwah yang telah meninggal untuk cepat sampai kenirwana karena telah diberikan kemurahan hati oleh burung pemakan bangkai.
Load disqus comments

0 komentar